Riset S2 Manajemen Umsida Ungkap Kunci Kualitas Laporan Keuangan Sektor Publik

Manajemen.umsida.ac.id – Peneliti Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengungkap bahwa kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan sektor publik. Namun, kompetensi individu saja belum cukup tanpa didukung penerapan standar akuntansi pemerintahan dan sistem pengendalian internal yang kuat.

Temuan tersebut berasal dari penelitian Lia Safitri, Sriyono, dan Sigit Hermawan dari Umsida yang mengkaji pengelolaan laporan keuangan pada Mahkamah Agung Republik Indonesia beserta satuan kerja peradilan di bawahnya.

Penelitian berjudul Key Drivers of High-Quality Financial Reports in Public Sector: Insights from Indonesia’s Supreme Court tersebut diterbitkan dalam Media Ekonomi dan Manajemen Volume 40 Nomor 2 pada Juli 2025.

Penelitian ini melibatkan 285 responden dari berbagai lembaga peradilan, mencakup pengadilan negeri, pengadilan agama, pengadilan militer, pengadilan tata usaha negara, serta unit eselon I di lingkungan Mahkamah Agung.

Kompetensi SDM Menjadi Fondasi Pelaporan Keuangan

Laporan keuangan sektor publik memiliki peran strategis dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran negara. Laporan yang berkualitas harus mampu menyajikan informasi yang relevan, andal, mudah dipahami, dan dapat dibandingkan.

Mahkamah Agung telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP selama 12 tahun berturut-turut pada periode 2012–2023. Kendati demikian, laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan masih menunjukkan sejumlah temuan dalam pengelolaan keuangan.

Temuan tersebut antara lain berkaitan dengan ketidakpatuhan dalam pengelolaan penerimaan negara bukan pajak, kesalahan pembayaran gaji dan honorarium, ketidakefisienan pengadaan, serta pencatatan aset yang belum optimal.

Berdasarkan grafik audit yang ditampilkan dalam penelitian, jumlah temuan BPK pada periode 2012–2023 rata-rata berada pada kisaran 20 temuan setiap tahun. Jumlah tertinggi tercatat pada 2018 dengan 34 temuan, sedangkan pada 2023 terdapat 25 temuan.

Kondisi itu menunjukkan bahwa opini audit yang baik belum menghilangkan kebutuhan untuk terus memperkuat kualitas pengelolaan keuangan. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah kompetensi pegawai yang terlibat dalam penyusunan dan pelaporan keuangan.

Kompetensi tersebut mencakup pengetahuan akuntansi, keterampilan pengelolaan keuangan, pemahaman regulasi, pengalaman kerja, serta kemampuan menerapkan prosedur secara konsisten.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan standar akuntansi pemerintahan. Kompetensi SDM juga memberikan pengaruh kuat terhadap efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan.

Pengendalian Internal Memberikan Pengaruh Terbesar

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling atau PLS-SEM melalui aplikasi SmartPLS 4.0. Populasi penelitian mencakup 930 unit akuntansi di lingkungan Mahkamah Agung dan lembaga peradilan di bawahnya.

Sebanyak 285 responden dipilih melalui teknik proportionate stratified sampling. Mayoritas responden merupakan pejabat dan pengelola keuangan negara, termasuk analis pengelolaan keuangan APBN, pranata keuangan APBN, bendahara, kepala subbagian keuangan, dan pejabat pembuat komitmen.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa seluruh hipotesis yang diuji diterima. Kompetensi SDM terbukti meningkatkan penerapan standar akuntansi pemerintahan, memperkuat pengendalian internal, dan secara langsung berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan.

Namun, pengaruh langsung kompetensi SDM terhadap kualitas laporan keuangan memiliki koefisien sebesar 0,249. Nilai tersebut lebih kecil dibandingkan pengaruh kompetensi SDM melalui pengendalian internal yang mencapai 0,465.

Sementara itu, pengendalian internal atas pelaporan keuangan memberikan pengaruh langsung sebesar 0,532 terhadap kualitas laporan keuangan. Angka ini lebih besar dibandingkan pengaruh langsung standar akuntansi pemerintahan yang berada pada angka 0,177.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pengendalian internal menjadi mekanisme paling kuat dalam menjembatani kompetensi pegawai dengan kualitas laporan keuangan.

Artinya, peningkatan kemampuan pegawai tidak akan menghasilkan perbaikan optimal apabila organisasi tidak memiliki prosedur pengawasan, pemisahan tugas, evaluasi risiko, sistem informasi, dan pemantauan yang memadai.

Model penelitian juga mampu menjelaskan 82,7 persen variasi kualitas laporan keuangan. Sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dianalisis dalam penelitian tersebut.

Pelatihan Harus Diikuti Penguatan Sistem

Penelitian ini merekomendasikan agar instansi pemerintah tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi individu, tetapi juga memperbaiki sistem kelembagaan secara menyeluruh.

Penguatan kompetensi dapat dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan, sertifikasi akuntansi sektor publik, pembaruan pemahaman regulasi, serta peningkatan kemampuan dalam menggunakan teknologi informasi keuangan.

Pada saat yang sama, penerapan standar akuntansi pemerintahan perlu didukung oleh pedoman yang jelas, pengawasan lebih ketat, serta sistem informasi keuangan yang terintegrasi dan transparan.

Pengendalian internal juga perlu diperkuat melalui audit berbasis risiko, optimalisasi peran auditor internal, pemantauan kepatuhan, dan evaluasi rutin terhadap kelemahan dalam proses pelaporan.

Temuan ini relevan bagi pengembangan kajian pada Program Studi Magister Manajemen Umsida, khususnya dalam bidang manajemen sumber daya manusia, tata kelola organisasi, manajemen keuangan publik, dan pengendalian strategis.

Penelitian tersebut menegaskan bahwa kualitas laporan keuangan bukan hanya persoalan kemampuan teknis penyusun laporan. Kualitas itu lahir dari hubungan antara manusia yang kompeten, standar yang diterapkan dengan benar, serta sistem pengendalian yang berjalan secara konsisten.

Sumber: Lia Safitri, Sriyono, dan Sigit Hermawan. 2025. “Key Drivers of High-Quality Financial Reports in Public Sector: Insights from Indonesia’s Supreme Court.” Media Ekonomi dan Manajemen, Volume 40 Nomor 2, Juli 2025, halaman 354–380.

Bertita Terkini

Magister Manajemen Umsida Kupas CSR Islami dan Filantropi
July 6, 2026By
Magister Manajemen Umsida Hadirkan Praktisi Industri Bahas Perselisihan Hubungan Industrial
June 23, 2026By
MM Umsida Perkuat Kepemimpinan Entrepreneurial Berbasis Digital
June 17, 2026By
Manajemen Talenta Jadi Kunci Mempertahankan SDM Berkualitas di Era Digital
June 2, 2026By
Data Jadi Aset Baru Bisnis Modern, Kunci Keputusan Lebih Tepat dan Efektif
May 30, 2026By
Lingkungan yang Mendukung Jadi Kunci Gen-Z Berani Berwirausaha
May 25, 2026By
Kelola Intellectual Capital, UMKM Punya Peluang Lebih Besar Berkembang
May 13, 2026By
Riset Umsida Ungkap Peran Digital Marketing Tingkatkan Kinerja UMKM
May 7, 2026By

Prestasi

Tiga Mahasiswa MM Umsida Sabet Presenter Terbaik di Seminar Nasional The 5th BENEFECIUM 2022
June 8, 2022By

Kegiatan

Magister Manajemen Umsida Kupas CSR Islami dan Filantropi
July 6, 2026By
Magister Manajemen Umsida Hadirkan Praktisi Industri Bahas Perselisihan Hubungan Industrial
June 23, 2026By
MM Umsida Perkuat Kepemimpinan Entrepreneurial Berbasis Digital
June 17, 2026By
KlikBi MM mengedukasi UMKM Pentingnya HPP dan Fintech
July 15, 2024By
Kegiatan Matrikulasi
May 4, 2024By
Tingkatkan Pemahaman Teknologi, Prodes Ngadirenggo Gelar Sosialisasi Podcast
December 4, 2023
Mengenal Lebih Jauh Kerajinan Cor Kuningan Bersama Tim PKKM Bejijong
December 4, 2023By
Prodes Bejijong Buat“BESARI”, Ajari Peduli Lingkungan
December 4, 2023By