Manajemens2.umsida.ac.id – Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (MM Umsida) terus memperkuat arah pendidikan magister yang adaptif terhadap perkembangan dunia kerja, bisnis, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Manajemen Talenta Jadi Kunci Mempertahankan SDM Berkualitas di Era Digital
Hal tersebut mengemuka dalam podcast bersama mahasiswa dan alumni MM Umsida yang menghadirkan Kepala Program Studi Magister Manajemen Umsida, Prof Dr Sriyono MM QSQ NR CSA, sebagai narasumber. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan arah pengembangan prodi, keunggulan kurikulum, serta kompetensi lulusan yang ingin dibangun melalui pendidikan magister manajemen.
MM Umsida memiliki empat bidang peminatan, yakni pemasaran, keuangan, operasional, dan sumber daya manusia (SDM). Keempat peminatan tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan profesional, pelaku usaha, aparatur, maupun calon pemimpin yang ingin meningkatkan kapasitas diri di tengah perubahan zaman.
Menyiapkan Lulusan Unggul dan Inovatif
Prof Andes menyampaikan bahwa visi MM Umsida diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang unggul, inovatif, berjiwa entrepreneurial leadership, serta berlandaskan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai Islam.
Menurutnya, visi tersebut tidak berhenti sebagai kalimat formal dalam dokumen akademik. Visi prodi harus diterjemahkan secara nyata dalam proses pembelajaran, kurikulum, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga penguatan karakter mahasiswa.
“Di dalam visi kami ada kata unggul, inovatif, entrepreneurial leadership, dan nilai-nilai Islam. Itu bukan hanya slogan, tetapi harus benar-benar dilaksanakan dalam proses pendidikan,” jelasnya.
Ia menegaskan, makna unggul dalam MM Umsida berkaitan dengan penguasaan ilmu manajemen yang kuat. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami teori, tetapi juga mampu menggunakan pengetahuan tersebut dalam menyelesaikan persoalan organisasi, bisnis, dan masyarakat.
Sementara itu, aspek inovatif menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang mampu membaca perubahan. Di tengah persaingan dunia kerja dan bisnis yang semakin cepat, lulusan magister manajemen dituntut tidak hanya mengikuti perkembangan, tetapi juga mampu menciptakan solusi.
Entrepreneurial Leadership Jadi Keunggulan
Salah satu penekanan utama dalam pengembangan MM Umsida adalah entrepreneurial leadership. Konsep ini memadukan kemampuan kepemimpinan dengan jiwa kewirausahaan.
Prof Andes menjelaskan bahwa pemimpin masa kini perlu memiliki kemampuan mengambil keputusan, membaca peluang, mengelola risiko, serta menciptakan inovasi. Karena itu, mahasiswa MM Umsida dibekali dengan wawasan kepemimpinan yang tidak hanya administratif, tetapi juga transformatif.
“Entrepreneurial leadership penting bagi mahasiswa. Di dalamnya ada dua hal, yaitu entrepreneur dan leadership. Keduanya dibutuhkan dalam dunia perusahaan maupun masyarakat,” ungkapnya.
Konsep tersebut juga diturunkan dalam aktivitas perkuliahan. Mahasiswa didorong untuk memiliki keberanian berpikir strategis, membangun gagasan baru, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan lapangan.
Selain itu, MM Umsida juga memperkuat pembelajaran berbasis transformasi digital. Menurut Prof Andes, dunia manajemen saat ini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami bagaimana manajemen bisnis dijalankan dalam ekosistem digital.
Pembelajaran di MM Umsida turut mengarah pada penguatan manajemen digital, bisnis digital, hingga financial technology. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan industri dan perkembangan teknologi.
“Kami tidak hanya membahas manajemen bisnis, tetapi manajemen bisnis berbasis transformasi digital. Harapannya, lulusan MM Umsida memiliki kemampuan digital yang baik,” ujarnya.
Berlandaskan Nilai Islam dan Dekat dengan UMKM
Selain kompetensi akademik dan digital, MM Umsida juga menanamkan nilai-nilai Islam sebagai dasar pembentukan karakter lulusan. Nilai kejujuran, amanah, keadilan, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan manajerial.
Prof Andes menilai bahwa ilmu manajemen harus berjalan seiring dengan integritas. Seorang pemimpin atau profesional tidak cukup hanya memiliki kecakapan teknis, tetapi juga perlu memiliki arah moral yang kuat.
“Apa artinya memiliki ilmu yang banyak, kalau tidak memiliki arah yang baik, amanah, dan sesuai nilai Islam,” katanya.
Keunggulan lain MM Umsida adalah keberpihakannya pada masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Prodi ini tidak hanya bergerak di ruang akademik, tetapi juga membangun hubungan dengan masyarakat melalui penelitian, pengabdian, pelatihan, dan kerja sama.
Menurut Prof Andes, MM Umsida memiliki perhatian pada penguatan sustainability UMKM management. Mahasiswa didorong untuk memahami persoalan riil masyarakat dan ikut memberikan kontribusi melalui pendekatan ilmu manajemen.
“Kami bekerja bersama UMKM, mendampingi, memberikan pelatihan, serta mengembangkan program penelitian dan pengabdian masyarakat,” jelasnya.
MM Umsida juga terus memperluas orientasi internasional melalui kegiatan pengabdian masyarakat internasional, riset kolaboratif, guest lecture, dan kerja sama dengan berbagai mitra luar negeri.
Melalui berbagai penguatan tersebut, MM Umsida hadir sebagai pilihan bagi lulusan S1, profesional, pelaku usaha, aparatur, dan calon pemimpin yang ingin meningkatkan kompetensi. Pendidikan magister tidak hanya menjadi jalan memperoleh gelar, tetapi juga proses membangun cara berpikir strategis, jejaring profesional, dan kepemimpinan yang berdampak.
Baca Juga: Lokakarya Kurikulum MIST Umsida Perkuat Arah Magister Berbasis Industri
“MM Umsida tidak hanya menjanjikan, tetapi memberikan bukti nyata. Kami ingin mahasiswa memiliki ilmu yang lebih baik dan mampu memberikan ilmu itu kepada masyarakat,” pungkas Prof Sriyono.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi












