ManajemenS2.umsida.ac.id – Di era digital saat ini, data telah menjadi salah satu aset paling berharga bagi perusahaan.
Dengan kemajuan teknologi yang memungkinkan pengumpulan, penyimpanan, dan analisis data dalam jumlah besar, keputusan bisnis kini semakin didasarkan pada fakta dan angka yang dapat diukur.
Namun, meskipun data memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan, masih ada perdebatan tentang apakah manajer masa kini harus mengandalkan data sepenuhnya atau tetap memberi ruang bagi intuisi mereka dalam membuat keputusan strategis.
Baca juga: Entrepreneurial Mindset: Bekal Wajib Lulusan Magister Manajemen
Keuntungan Mengandalkan Analitik dalam Pengambilan Keputusan

Salah satu alasan utama mengapa data menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan adalah kemampuan analitik untuk memberikan wawasan yang objektif dan terukur.
Dengan adanya data, manajer bisa mengidentifikasi pola, tren, dan hubungan yang tidak terlihat dengan mata telanjang.
Misalnya, analisis data dapat menunjukkan perilaku konsumen yang lebih mendalam, mengungkapkan area yang membutuhkan perbaikan dalam proses operasional, atau bahkan memprediksi tren pasar yang akan datang.
Menggunakan data memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan berbasis bukti yang lebih akurat dan mengurangi ketergantungan pada perkiraan atau tebakan.
Data yang diperoleh dari riset pasar, umpan balik pelanggan, atau analisis kinerja dapat memberikan kejelasan yang lebih besar dan mengurangi risiko kesalahan.
Dalam banyak situasi, keputusan yang didasarkan pada analitik dapat membawa hasil yang lebih konsisten dan dapat diprediksi, yang sangat penting dalam dunia bisnis yang kompetitif.
Selain itu, kemampuan untuk memantau dan mengukur hasil keputusan secara langsung melalui data memungkinkan manajer untuk melakukan penyesuaian secara cepat dan efisien.
Dalam dunia bisnis yang bergerak cepat, memiliki data yang dapat diakses dan dianalisis dengan mudah memungkinkan perusahaan untuk tetap responsif terhadap perubahan kondisi pasar dan kebutuhan pelanggan.
Lihat juga: Mens Rea: Stand Up Comedy yang Menjadi Bisnis dan Pengatur Opini Publik
Peran Intuisi dalam Pengambilan Keputusan Bisnis
Meskipun data sangat penting, ada kalanya intuisi seorang manajer tetap diperlukan dalam pengambilan keputusan.
Intuisi sering kali dihasilkan dari pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama bertahun-tahun berkarir di industri tertentu.
Bagi banyak manajer, terutama yang memiliki banyak pengalaman, intuisi adalah kemampuan untuk membaca situasi secara holistik dan cepat membuat keputusan, bahkan ketika data yang tersedia terbatas atau ambigu.
Terkadang, data yang ada tidak sepenuhnya mencerminkan dinamika yang lebih rumit dari suatu masalah atau situasi.
Dalam kasus-kasus tertentu, keputusan yang cepat dan tegas mungkin lebih diperlukan daripada menganalisis data yang berlarut-larut.
Intuisi memungkinkan manajer untuk mengambil keputusan yang lebih fleksibel dan berbasis pada pemahaman mereka terhadap konteks yang lebih besar, yang mungkin tidak tercermin langsung dalam data.
Namun, penting untuk diingat bahwa intuisi bukan berarti keputusan yang dibuat tanpa pertimbangan.
Intuisi sering kali bekerja bersamaan dengan data, terutama ketika manajer telah terbiasa menggunakan data dalam pengambilan keputusan mereka.
Intuisi dapat berfungsi sebagai pelengkap bagi analisis data, memberi ruang untuk pertimbangan yang lebih subjektif dan perspektif yang lebih luas.
Mencapai Keseimbangan Antara Data dan Intuisi
Dalam pengambilan keputusan bisnis di era data ini, yang paling efektif adalah menemukan keseimbangan antara data dan intuisi.
Data memberikan kejelasan dan bukti yang kuat, sementara intuisi menawarkan elemen manusiawi yang bisa menilai situasi secara lebih holistik.
Manajer yang sukses harus mampu menilai kapan saat yang tepat untuk mengandalkan analitik dan kapan harus mendengarkan naluri mereka.
Dalam praktiknya, penggunaan data tidak berarti meniadakan peran intuisi, melainkan saling melengkapi satu sama lain.
Data memberi landasan yang kuat untuk membuat keputusan, sementara intuisi membantu manajer untuk membaca aspek yang tidak terungkap oleh angka dan beradaptasi dengan perubahan yang cepat.
Keseimbangan ini tidak hanya meningkatkan kualitas keputusan yang diambil tetapi juga memperkaya pengalaman dan kreativitas dalam menjalankan strategi bisnis.
Keputusan yang diambil dengan cara ini tidak hanya lebih tepat dan terukur tetapi juga lebih responsif terhadap dinamika dunia bisnis yang selalu berubah.
Dengan memanfaatkan keduanya data dan intuisi manajer dapat membuat keputusan yang lebih komprehensif dan adaptif, sehingga menciptakan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah












