ManajemenS2msida.ac.id – Digital marketing kini bukan lagi sekadar pilihan tambahan bagi pelaku UMKM. Dalam sektor makanan dan minuman, strategi pemasaran digital justru menjadi salah satu penggerak penting untuk meningkatkan kinerja usaha, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing.
Hal ini menjadi salah satu sorotan dalam penelitian Prof Dr Sigit Hermawan SE MSi, dosen Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), bersama Sintha Wahyu Arista, berjudul Improving MSME Performance Based on Digital Marketing, Intellectual Capital, Product Innovation and Competitive Advantage. Penelitian tersebut mengkaji UMKM makanan dan minuman di Jawa Timur dengan pendekatan kuantitatif berbasis survei.
Baca juga: Kreator Digital di Persimpangan Antara AI dan Orisinalitas
Digital Marketing Bukan Sekadar Promosi

Penelitian ini menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM.
Artinya, penggunaan media digital tidak hanya membantu pelaku usaha memperkenalkan produk, tetapi juga berdampak pada perkembangan usaha secara lebih luas.
Digital marketing dalam riset ini mencakup beberapa indikator penting, seperti kemudahan akses, interaktivitas, unsur hiburan, kredibilitas, dan kemampuan menyampaikan informasi.
Kelima aspek ini menjadi penting karena konsumen hari ini tidak hanya mencari produk, tetapi juga pengalaman, kepercayaan, dan komunikasi yang cepat.
Menurut Prof Sigit, hal ini menunjukkan bahwa UMKM perlu melihat digital marketing sebagai strategi bisnis, bukan sekadar aktivitas unggah foto produk di media sosial.
“Digital marketing membantu UMKM menjangkau pasar lebih luas, membangun hubungan dengan pelanggan, dan meningkatkan daya saing di tengah perubahan perilaku konsumen,” ujarnya.
UMKM Perlu Hadir di Ruang Digital

Dalam sektor makanan dan minuman, keberadaan di ruang digital menjadi sangat penting.
Konsumen kini terbiasa mencari rekomendasi makanan melalui media sosial, marketplace, ulasan pelanggan, hingga mesin pencari.
Karena itu, UMKM yang mampu mengelola kanal digital dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk dikenal.
Penelitian ini juga menjelaskan bahwa digital marketing memungkinkan UMKM berinteraksi langsung dengan pelanggan.
Melalui media sosial, pelaku usaha dapat merespons pertanyaan, menerima masukan, membangun kedekatan, serta memahami kebutuhan pasar secara lebih cepat.
Selain itu, penggunaan e-commerce, iklan digital, konten informatif, dan promosi online dapat membantu UMKM mengatasi keterbatasan geografis.
Produk yang sebelumnya hanya dikenal di sekitar lokasi usaha kini dapat menjangkau konsumen lebih luas.
Bagi UMKM makanan dan minuman, hal ini menjadi peluang besar.
Visual produk, testimoni pelanggan, konten proses produksi, hingga cerita di balik usaha dapat menjadi kekuatan komunikasi yang meningkatkan kepercayaan konsumen.
Keunggulan Bersaing Menentukan Dampak Digital Marketing
Namun, penelitian ini juga memberi catatan penting. Digital marketing akan lebih kuat dampaknya ketika mampu menciptakan keunggulan bersaing.
Artinya, UMKM tidak cukup hanya hadir di media digital.
Mereka harus mampu menunjukkan pembeda, baik dari sisi produk, pelayanan, harga, pengalaman pelanggan, maupun citra merek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing tidak hanya berpengaruh langsung terhadap kinerja UMKM, tetapi juga berpengaruh melalui keunggulan bersaing.
Dengan kata lain, promosi digital akan lebih berdampak jika mampu membuat usaha terlihat berbeda dan lebih bernilai dibanding pesaing.
Prof Sigit menilai bahwa pelaku UMKM perlu mengelola digital marketing secara lebih terarah.
Konten yang dibuat harus informatif, mudah diakses, membangun kepercayaan, dan mampu menjaga interaksi dengan pelanggan.
“UMKM tidak cukup hanya menggunakan platform digital secara sesekali. Strategi digital perlu terintegrasi dengan tujuan usaha, kualitas produk, dan posisi pasar yang ingin dibangun,” jelasnya.
Pada akhirnya, riset ini menegaskan bahwa digital marketing adalah salah satu kunci penting bagi UMKM makanan dan minuman untuk bertahan dan berkembang.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, pelaku UMKM yang mampu memanfaatkan ruang digital secara strategis akan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan penjualan, memperkuat loyalitas pelanggan, dan membangun daya saing jangka panjang.
Sumber jurnal: “Improving MSME Performance Based on Digital Marketing, Intellectual Capital, Product Innovation and Competitive Advantage”
Penulis: Indah Nurul Ainiyah












